Muara Angke , sebuah pemukiman Nelayan yang terlupakan
Muara Angke adalah pelabuhan kapal ikan atau nelayan di Jakarta.
Ditandai dengan dioperasikannya penunjang kebutuhan nelayan seperti
pelelangan ikan (struktur dan fasilitasnya) selain kelaziman sebuah bandar yang dikelola seorang syahbandar. Secara administratif pemerintahan, Muara Angke terletak di Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara. Lokasinya berdekatan dengan Muara Karang.
Meski dikenal banyak orang Jakarta sebagai kampung nelayan, tempat pelelangan dan pelabuhan ikan serta tempat makan ikan bakar, namun Muara Angke menyimpan potensi lain. Di daerah ini, terdapat Suaka Margasatwa Muara Angke, kawasan hutan bakau seluas 25,02 hektare yang dihuni tak kurang dari 90 spesies burung.
Muara Angke merupakan bagian dari hutan bakau terakhir yang tersisa di provinsi DKI Jakarta. Kawasan hutan Angke-Kapuk yang terdiri dari Suaka Margasatwa Muara Angke, Hutan Lindung dan Taman Wisata Alam Angke Kapuk merupakan hutan bakau yang terakhir yang dapat dijumpai di Jakarta. Kawasan hutan ini memiliki luas keseluruhan sekitar 170,60 ha.
Muara Angke , juga memiliki beberapa fasilitas seperti kawasan jajanan laut , pelelangan , cold storage dan hutan bakau . Namun itu semua sangat tidak terawat , mungkin di karenakan oleh ketiadaan personil yang merawat infrastruktur tersebut . saya cukup perihatiin dengan kieadaan ini , terlebih lagi pada keadaan hutan mangrove yang keadaanya sangat memprihatinkan bagi saya . Dimana hutan mangrove yang seharusnya berfungsi sebagai intrusi dan erosi malah berkondisi seperti ini.
foto diatas adalah kondisi hutan mangrove muara angke ketika tahun 2010 , kabarnya ditahun 2016 ini sudah di rehabilitasi kembali demi menjaga fungsi dasarnya .
Selain itu juga terdapat fasilitas pengasinan ikan , yang kondisi tidak jauh beda dengan Hutan Mangrove tersebut , cukup menyedihkan bagi saya melihat daerah pengasinan ikan disana , mengingat bahwa di Jakarta hanya Muiara Angke lah yang memiliki fasilitas pengasisnan yang cukup besar . Sampah bersserakan adalah pemandangan yang akan kalian lihat ketika mendatangi tempat tersebut .
Terlihat seperti tidak ada masalah bukan , namun tidak jika dilihat dari angle yang berbeda .
Namun bukan itu semua yang membuat ke prihatinan saya luluh , tapi ke prihatinan saya tertuju pada kondisi keseluruhan pemukiman nelatyan muara angke ini . karena apa ? menurut saya wilayah ini sangat terbelakang dengan kondisi di sekelilingnya . contoh dalam foto yang saya ambil berikut
Ya , itulah kenyataannya . Muara Angke di kelilingi oleh gedung gedung bertingkat seperti itu . Seperti ada kesenjangan sosial di dalam foto itu , dimana yang satu adalah gedung bertingkat dan satunya lagi adalah kapal kapal nelayan . Keprihatinan saya bertambah ketika ada kabar bahwa pemukiman Muara Angke akan di relokasi ke kepulauan seribu untuk keperluan pembangunan pulau reklamasi yamg akan di bangun di wilayah teluk jakarta .
Menurut pendapat saya jika hal itu dilakukan , akan menyebabkan banyak hal seperti
Meski dikenal banyak orang Jakarta sebagai kampung nelayan, tempat pelelangan dan pelabuhan ikan serta tempat makan ikan bakar, namun Muara Angke menyimpan potensi lain. Di daerah ini, terdapat Suaka Margasatwa Muara Angke, kawasan hutan bakau seluas 25,02 hektare yang dihuni tak kurang dari 90 spesies burung.
Muara Angke merupakan bagian dari hutan bakau terakhir yang tersisa di provinsi DKI Jakarta. Kawasan hutan Angke-Kapuk yang terdiri dari Suaka Margasatwa Muara Angke, Hutan Lindung dan Taman Wisata Alam Angke Kapuk merupakan hutan bakau yang terakhir yang dapat dijumpai di Jakarta. Kawasan hutan ini memiliki luas keseluruhan sekitar 170,60 ha.
Muara Angke , juga memiliki beberapa fasilitas seperti kawasan jajanan laut , pelelangan , cold storage dan hutan bakau . Namun itu semua sangat tidak terawat , mungkin di karenakan oleh ketiadaan personil yang merawat infrastruktur tersebut . saya cukup perihatiin dengan kieadaan ini , terlebih lagi pada keadaan hutan mangrove yang keadaanya sangat memprihatinkan bagi saya . Dimana hutan mangrove yang seharusnya berfungsi sebagai intrusi dan erosi malah berkondisi seperti ini.
foto diatas adalah kondisi hutan mangrove muara angke ketika tahun 2010 , kabarnya ditahun 2016 ini sudah di rehabilitasi kembali demi menjaga fungsi dasarnya .
Selain itu juga terdapat fasilitas pengasinan ikan , yang kondisi tidak jauh beda dengan Hutan Mangrove tersebut , cukup menyedihkan bagi saya melihat daerah pengasinan ikan disana , mengingat bahwa di Jakarta hanya Muiara Angke lah yang memiliki fasilitas pengasisnan yang cukup besar . Sampah bersserakan adalah pemandangan yang akan kalian lihat ketika mendatangi tempat tersebut .
Terlihat seperti tidak ada masalah bukan , namun tidak jika dilihat dari angle yang berbeda .
Namun bukan itu semua yang membuat ke prihatinan saya luluh , tapi ke prihatinan saya tertuju pada kondisi keseluruhan pemukiman nelatyan muara angke ini . karena apa ? menurut saya wilayah ini sangat terbelakang dengan kondisi di sekelilingnya . contoh dalam foto yang saya ambil berikut
Ya , itulah kenyataannya . Muara Angke di kelilingi oleh gedung gedung bertingkat seperti itu . Seperti ada kesenjangan sosial di dalam foto itu , dimana yang satu adalah gedung bertingkat dan satunya lagi adalah kapal kapal nelayan . Keprihatinan saya bertambah ketika ada kabar bahwa pemukiman Muara Angke akan di relokasi ke kepulauan seribu untuk keperluan pembangunan pulau reklamasi yamg akan di bangun di wilayah teluk jakarta .
Menurut pendapat saya jika hal itu dilakukan , akan menyebabkan banyak hal seperti
- Kenaikan harga bahan pangan laut , hal ini disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi karena bahan bahan dari kepulauan seribu harus dibawa ke jakarta untuk dijual yang menyebabkan tidak efisiensi dalam produksi .
- Kesenjangan sosial , seakan akan pemukiman muara angke yang di relokasi ke kepulauan seribu tergantikan oleh wilayah pemukiman elite yang hanya di huni etnis tertentu, dan warga muara angke akan merasa di asingi



Good job!
BalasHapusTerima kasih gan atas respon positifnya ya :)
Hapus